dunia joice^^
Minggu, 07 Juli 2013
Jumat, 05 Juli 2013
MAKALAH JUNK FOOD
Makalah Junk Food
KATA PENGANTAR
Puji syukur saya ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat-Nya kepada saya sehingga saya dapat menyelesaikan tugas ini dengan judul DAMPAK NEGATIF BUDAYA JUNK FOOD.
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas Ilmu Budaya Dasar. Penulisan makalah ini juga bertujuan untuk menambah wawasan dan pengetahuan kita tentang dampak negatif dari kebiasaan mengkonsumsi junk food.
Saya menyadari bahwa makalah ini tidak dapat dirampungkan tanpa adanya pengarahandan ilmu dari dosen pembimbing. Untuk itu, saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Ulul Azmi.
Tentunya dalam penulisan makalah ini tidak terlepas dari segala kekurangan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat saya harapkan untuk dapat memperbaiki makalah ini di lain waktu.
Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.
Pekanbaru, 27 November 2012
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ..................................................................................................i
DAFTAR ISI....................................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar BelakangMasalah ............................................................................. 1
1.2 Rumusan Masalah ..................................................................................... 2
1.3 Tujuan Pembahasan .................................................................................. 2
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Junk Food sebagai Gejala Budaya Massa .................................................. 3
2.2Pengertian Junk Food ................................................................................ 3
2.3Jenis-jenis Junk Food ................................................................................. 5
2.4 Bahan yang Terkandung dalam Junk Food ................................................ 9
2.5 Dampak Negatif Junk Food bagi Kesehatan ............................................. 10
2.6 Cara Menyiasati Dampak Negatif Junk Food ........................................... 11
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan .............................................................................................. 12
3.2 Saran ........................................................................................................ 12
DAFTAR PUSTAKA..................................................................................................... 14
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Dalam usaha memenuhi dan kelangsungan hidupnya, manusia berusaha memenuhi kebutuhan primernya, dan salah satu kebutuhan tersebut adalah makanan. Makanan yang dapat disajikan dalam waktu singkat terkadang menjadi pilihan utama tanpa menyadari bahwa makanan itu mengandung bahan berbahaya dan nutrisi yang diperlukan tubuh tidak terpenuhi sebagaimana seharusnya.
Junk food tergolong makanan yang sangat digemari oleh masyarakat terutama para remaja. Makanan ini sangat beragam, mulai dari makanan ringan hingga makanan yang termasuk makanan utama, karena di dalam kemasan sering kita lihat bahan yang disertakan mengandung karbohidrat. Tetapi jangan menganggap makanan ini sangat bergizi bagi tubuh kita karena kita tidak tahu pasti apa saja yang terkandung di dalamnya. Bahkan kita juga tidak tahu apa yang terjadi pada tubuh kita apabila kita terus menerus mengkonsumsi makanan instan atau junk food ini.
Sejak abad ke-19, ilmu pangan telah mengetahui cara mengisolasi protein, lemak dan karbohidrat dari makanan utuh. Perkembangan ini menyebabkan penciptaan junk food. Saat ini, 100% junk food buatan telah dijual sebagai makanan sebenarnya. Makanan yang melalui proses ekstrim sangat sulit dihindari pada zaman modern ini.
Industri pengolahan makanan modern telah berhasil meyakinkan publik bahwa mereka mendapatkan nilai gizi dari makanan olahan, padahal tidak. Dengan menghasilkan cita rasa yang enak, junk food yang mengandung banyak lemak, garam, gula,termasuk bahan tambahan dan bahan aditif sintetik dapat berpotensi menimbulkan banyak penyakit, mulai dari penyakit ringan sampai penyakit berat seperti obesitas, diabetes,rematik, hipertensi, serangan jantung,stroke, dan kanker. Saat ini penyakit degeneratif ini tidak hanya diderita oleh orang tua yang sudah berumur, tetapi juga remaja dan anak-anak.
1.2 Rumusan Masalah
A.Mengetahui apa itu junk food
B. Mengetahui apa saja jenis junk food
C. Mengetahui apa saja yang terkandung dalam junk food
D. Mengetahui dampak negatif apabila mengkonsumsi junk food secara berlebihan dalam waktu yang lama
E. Mengetahui bagaimana cara menghindari kebiasaan mengkonsumsi junk food
1.3 Tujuan Pembahasan
Memberikan wawasan mengenai junk food dan menimbulkan kesadaran kita untuk tidak mengkonsumsi junk food secara berlebihan dan lebih memilih makanan yang sehat dan alami untuk menghindari penyakit berbahaya bagi tubuh kita.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Junk food sebagai Gejala Budaya Massa
Apa itu budaya massa? Secara sederhana budaya massa (mass culture) diartikan sebagai budaya yang diproduksi melalui teknik-teknik produksi massal industri untuk memperoleh keuntungan dengan cara memasarkan hasil produksi kepada konsumen secara komersial. Budaya ini kemudian dikenal pula sebagai budaya komersial yang menyingkirkan budaya-budaya lain yang tidak mampu menghasilkan uang.
Produsen budaya massa melihat para penerima budaya itu pasif, lemah, mudah dimanipulasi, mudah dieksploitasi dan sentimentil. Media massa seperti televisi. Majalah, internet, surat kabar, dan radio berperan penting dalam mempengaruhi masyarakat untuk mengkonsumsi atau memanfaatkan barang dan jasa hasil produksi produsen budaya massa.
Budaya massa ini telah berkembang jauh dan pesat, menjangkau seluruh wilayah dan lapisan suku-suku bangsa yang mengalami persentuhan dengan teknologi informasi dan pusat perputaran barang dan jasa.
Fenomena restoran fast food (makanan cepat saji) merupakan salah satu bentuk umum budaya massa. Perlu diingat, makanan adalah salah satu komponen material budaya. Restoran yang di negara asalnya (Amerika) disebut menyediakan junk food (makanan sampah), di Indonesia justru dimaknai sebagai hal baru yang high class. Hampir seluruh kalangan masyarakat (kaya, miskin, tua, muda) menemui pemenuhan kebutuhan sosial mereka di restoran fast food McDonald, seperti Kentucky Fried Chicken, Hoka-hoka Bento, Pizza Hut dan sejenisnya.
2.2 Pengertian Junk Food
Mengkonsumsijunk food merupakan bagian dari budaya Amerika dan kita menemukan anak-anak pada saat ini tumbuh dari makanan sampah seperti permen, burger, kentang goreng, dan lain sebagainya. Namun, dampak negatif dari makanan cepat saji tidak hanya menjadi masalah bagi Amerika, tetapi juga negara-negara lain yang meniru budaya Amerika.
Secara harfiah junk food berarti “makanan rongsokan, makanan sampah, atau makanan tak berguna”. Makanan ini tidak memiliki nutrisi yang baik untuk tubuh. Mengkonsumsi makanan ini hanyalah sia-sia, bahkan dapat merusak kesehatan.
Junk food yang dikonsumsi secara berlebihan dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, seperti obesitas (kegemukan), diabetes (kencing manis), hipertensi (tekanan darahtinggi), pengerasan pembuluh darah (aterosklerosis), penyakit jantung koroner, stroke, kanker dan lain-lain.
Junk food bukan semata-mata ayam goreng sajian restoran-restoran cepat saji, tetapi semua makan atau jajanan yang mengandung lemak tinggi yang dikonsumsi secara berlebihan. Walaupun hamburger, pizza atau ayam goreng tersebut kita masak di rumah, kalau dikonsumsi secara berlebihan maka ini pun akan dikategorikan sebagai makanan rongsokan atau junk food.
Di dalam tubuh, lemak akan mengalami berbagai proses. Salah satunya adalah proses auto-oksidasi yang dengan cepat akan meningkatkan kadar radikal-radikal bebas dalam tubuh. Radikal bebas ini aktif menyerang berbagai senyawa dan jaringan tubuh sehingga faktor pemicu terjadinya penyakit degeneratif.
Dua puluh tahun yang lalu, penyakit-penyakit degeneratif ini hanya ditemui pada orang-orang berusia di atas 40 tahun. Tetapi pada saat ini banyak anak-anak, terutama di negara-negara Eropa dan Amerika Serikat, yang menderita diabetes dan hipertensi. Salah satu faktor yang diduga kuat sebagai penyebab hal ini adalah konsumsi junk food.
Saat ini negara-negara Amerika Serikat, australia, Selandia Baru, Inggris dan negara-negara Eropa lainnya giat mengkampanyekan “perang” terhadap junk food. Sebab konsumsi junk food oleh anak-anak di negara-negara tersebut dianggap sudah sangat berlebihan. Bahkan di beberapa negara telah dibuat peraturan yang melarang atau membatasi iklan-iklan makanan seperti ini.
Bagaimana dengan anak-anak Indonesia? Beberapa hasil penelitian mengungkapkan bahwankonsumsi junk food di kota-kota besar di Indonesia sudah cukup mengkhawatirkan. Sebagian besar anak-anak dan juga orang dewasa, terutama yang berasal dari keluarga golongan ekonomi menengah ke atas, sangat terbiasa mengkonsumsi junk food sebagai jajanan sehari-hari.
2.3 Jenis-jenisJunk Food
a. Ayam goreng Amerika
Ayam goreng Amerika atau yang sering dikenal dengan istilah fried chicken merupakan salah satu makanan cepat saji yang paling digemari. Berbagai restoran baik dari dalam dan luar negeri telah menjajakan ayam goreng ini. Mengapa ayam goreng ini kurang sehat? Dan bagaimana trik agar memakan ayam goreng ini dengan cara yang aman?
Alasan ayam goreng Amerika (fried chicken) kurang sehat:
Biasa menggunakan ayam ras yang biasanya diberikan suntikan hormon dalam perkembangbiakannya. Ayam jenis ini memiliki kandungan lemak yang banyak. Minyak yang digunakan untuk menggoreng ayam ini biasanya memiliki titik didih yang tinggi. Minyak seperti ini mengandung kolesterol. Agar mendapatkan kulit ayam yang kering tapi bagian dalamnya tetap nikmat, ayam digoreng dengan menggunakan deep frying pada suhu yang tinggi. Teknik ini membuat minyak semakin terserap ke dalam daging ayam, bisa mencapai 65%.
Trik menikmati ayam goreng Amerika (fried chicken) agar lebih sehat:
v Sisihkan kulit ayam. Pada bagian kulit, lemak yang terkandung di dalamnya cukup banyak. Jika memungkinkan, bagian kulit tersebut tidak usah dimakan meskipun pada bagian tersebut memang paling nikmat.
v Pilih bagian dada, kandungan lemak pada bagian ini lebih sedikit dari bagian paha ayam.
v Makan makanan pendamping yang sehat. Salad dengan sedikit mayonaise atau sayuran merupakan menu yang dapat disantap agar kita tetap memperoleh serat untuk tubuh.
b. Sosis dan Nugget
Sosis dan nugget juga merupakan salah satu makanan yang digemari. Misalnya untuk burger atau hotdog. Sosis dan nugget tidak hanya tersedia di restoran cepat saji, tapi juga tersedia dan dijual di berbagai pasar swalayan. Mengapa kita juga perlu memerhatikan saat memakan sosis atau nuget? Dan bagaimana trik agar tetap sehat sewaktu menikmati sosis dan nugget?
Alasan sosis dan nugget kurang sehat:
Sosis dan nugget sudah melewati berbagai tahap proses pengolahan yang mengalami penambahan berbagai zat pengawet atau pewarna yang membuat kerja ginjal menjadi berat. Menggunakan daging yang tidak jelas. Karena sudah melalui proses pengolahan, bahan yang digunakan menjadi tidak dapat diketahui dengan pasti. Bagian kulit atau bahkan tulang rawan mungkin digunakan agar biaya produksi dapat diminimalkan.
Trik menikmati sosis dan nugget agar lebih sehat:
v Makanlah dalam porsi kecil atau berbagi agar jumlah yang dimakan tidak terlalu banyak.
v Tambahkan menu sayuran dalam menu makanan seperti salad atau konsumsi buah-buahan pada saat makan selanjutnya.
c. Bakso
Bakso merupakan makanan yang paling tersedia. Di mana-mana, dengan mudah dijumpai penjual bakso, dari mal hingga daerah perumahan. Bakso dengan berbagai sajiannya memang sungguh nikmat. Tapi ternyata bakso juga kurang sehat jika dimakan secara sembarangan. Berikut ini alasannya dan trik menikmati bakso kesukaan kita dengan cara yang sehat.
Alasan bakso kurang sehat:
Biasanya menggunakan daging yang berlemak tinggi yang dapat menyebabkan kolesterol. Ada bakso yang mengandung boraks atau formalin yang sangat berbahaya untuk tubuh.
Trik menikmati bakso agar lebih sehat:
v Jangan gunakan MSG. Kuah bakso yang gurih didapat karena saat meramu biasa ditambahkan MSG. Untuk menghindarinya, kita dapat memesan agar tidak memakai MSG.
v Saos yang bahan bakunya tidak jelas dan mengandung pengawet. Biasanya tukang bakso menggunakan saos atau sambal dalam botol besar yang harganya tidak mahal. Saos tomat atau sambal ini diragukan bahannya dan mengandung bahan pewarna yang dapat membahayakan.
v Minta lebih banyak sayuran. Bakso biasa dilengkapi dengan sawi atau toge. Maka agar tubuh mendapatkan serat, kita bisa minta agar ditambahkan lebih banyak sayuran.
d. Makanan gorenganGolongan makanan ini kandungan kalorinya tinggi, kandungan lemak atau minyak dan oksidanya tinggi. Bila dikonsumsi secara regular dapat menyebabkan kegemukan, mengakibatkan hiperlipitdema dan penyakit jantung koroner. |
e. Makanan kalengan
Baik yang berupa buah kalengan atau daging kalengan, kandungan gizinya sudah banyak dirusak, terlebih kandungan vitaminnya hampirseluruhnya dirusak. Kandungan proteinnya telah mengalami perubahan sifat hingga penyerapannya lambat. Nilai gizinya jauh berkurang. Salain itu banyak buah kalengan berkadar gula tinggi dan diasup ke tubuh dalam bentuk cair sehingga penyerapannya sangat cepat. Dalam waktu singkat dapat menyebabkan kadar gula darah meningkat, memberatkan beban pankreas. Bersamaan dengan tingginya kalori, dapat menyebabkan obesitas. |
f. Makanan asinan
Dalam proses pengasinan dibutuhkan penambahan garam secara signifikan, hal ini dapat mengakibatkan kandungan garam makanan tersebut melewati batas, menyebabkan kerusakan ginjal dan hipertensi. Pada proses pengasinan sering ditambahkan amonium nitrit yang menyebabkan peningkatan bahaya kanker hidung dan tenggorokan. Kadar garam tinggi dapat merusak selaput lender lambung dan usus. |
g. Makanan daging yang diproses (hamburger, sosis, dan lain-lain)
Dalam makanan tersebut terkandung
garam nitrit yang dapat menyebabkan kanker, juga mengandung pengawet atau
pewarna yang memberatkan fungsi hati
atau hepar.
|
h. Makanan dari daging berlemak
Walaupun makan ini mengandung protein yang baik, vitamin dan mineral tetapi dalam daging berlemak terkandung lemak jenuh dan kolestrol yang sudah divonis sebagai pencetus penyakit jantung. Mengkonsumsi makanan ini dalam jumlah banyak dan waktu lama dapat menyebabkan pernyakit jantung koroner dan tumor ganas (kanker usus besar), kanker payudara dan lain sebagainya. |
i. Olahan keju
|
j. Mi instanMakanan ini tergolong makanan dengan kadar garam yang tinggi, miskin vitamin dan mineral. Kadar garam tinggi menyebabkan beratnya tugas ginjal, meningkatkan tekanan darah dan mengandung trans lipid, memberatkan kerja pembuluh darah jantung. |
k. Makanan yang dipanggang atau dibakar
Makanan yang dibakar mengandung zat penyebab kanker. |
l. Sajian manis beku
Yang termasuk golongan ini adalahes krim. Makanan ini punya 3 masalah karena mengandung mentega tinggi yang menyebabkan obesitas, kadar gula yang tinggi mengurangi nafsu makan dan temperaturerendah sehingga mempengaruhi usus. |
m. Manisan kering
Makanan ini mengandung garam nitrat. Dalam tubuh bergabung dengan amonium
menghasilkan zat karsiogenik juga mengandung esensial tambahan yang merusak hati dan organ lain,
mengandung kadar garam tinggi yang menyebabkan tekanan darah tinggi dan
memberatkan kerja ginjal.
2.4 Bahan yang Terkandung dalam Junk Food
1. Gula
Kandungan gula yang terdapat dalam junk food, dapat merusak gigi dan menyebabkan terjadinya kavitas atau gigi berlubang. Selain itu sering mengonsumsi makanan yang mengandung gula juga membuat kadar insulin dalam tubuh tidak stabil dan memicu terjadinya penyakit kencing manis di kemudian hari.
2. Kalori
Junk food menyebabkan terjadinya obesitas atau kegemukan karena nilai kalori yang tinggi. Obesitas juga akan meningkatkan risiko terjadinya penyakit kencing manis, jantung, pembuluh darah, dan stroke.
3. Lemak
Makanan tinggi lemak, terutama lemak jahat yang terdapat dalam junk food dapat meningkatkan kadar lemak dalam darah dan meningkatkan resiko terjadinya penyumbatan pembuluh darah oleh plak lemak (aterosklerosis), tekanan darah tinggi, jantung dan kanker dikemudian hari.
4. Garam
Terlalu banyak mengkonsumsi garam dapat memicu terjadinya penyakit tekanan darah tinggi.
5. Pengawet atau pewarna buatan dan MSG
Zat pewarna dan pengawet buatan dapat merusak persarafan dan meningkatkan faktor resiko terjadinya kanker, juga dapat membuat anak menjadi hiperaktif. Sedangkan pemakaian MSG (mono sodium glutamat) atau penyedap rasa, yang biasanya terdapat dalam junk food dapat memberikan efek samping seperti: kemerahan pada kulit, sakit kepala, mual-muntah, gejala asma, sesak napas, panik, jantung berdebar, kejang atau depresi.
6. Antibiotik
Antibiotik yang terkandung dalam daging junk food dapat mengganggu keseimbangan kesehatan tubuh, sistem reproduksi bahkan dapat menyebabkan kanker.
2.5 Dampak Negatif Junk Food bagi Kesehatan
1. Meningkatkan risiko penyakit jantung
Sebuah studi yang dilakukan University of Minnesota School of Public Health, meneliti tentang efek berbahaya dari junk food. Penelitian ini dilakukan selama 10 tahun yang melibatkan lebih dari 60.000 orang Singapura keturunan China. Partisipan berusia antara 45-74 tahun. Selama 10 tahun periode studi, menunjukkan 1.397 partisipan meninggal akibat penyakit jantung dan 2.252 menderita penyakit diabetes tipe 2.
Penelitian ini memperoleh kesimpulan bahwa makan fast food dua kali atau lebih dalam seminggu memiliki kemungkinan 27 persen lebih besar untuk terserang diabetes dan 56 persen meninggal akibat penyakit jantung, dibandingkan dengan partisipan yang jarang atau tidak pernah makan fastfood. Bahkan 811 partisipan yang diketahui makan fast food empat kali atau lebih perminggu, resiko kematian akibat serangan jantung meningkat hingga 80 persen.
2. Kanker kolorektal
Kanker kolorektal atau kanker yang menyerang organ usus besar dan anus, kebanyakan menyerang orang di atas usia 50 tahun. Namun di Indonesia diketahui beberapa pasien di bawah usia 50 tahun juga menderita kanker ini. Menjamurnya restoran makanan cepat saji atau fastfood dituduh sebagai penyebab tingginya penderita kanker kolorektal di Indonesia.
DR. dr. Noorwati Sutandyo, Sp.PD, KHOM menyarankan untuk mencegah kanker kolorektal sejak dini. Hal ini bisa diusahakan dengan banyak makan sayuran, buah-buahan, ikan dan banyak berolahraga. Selain itu sedini mungkin untuk mengurangi atau tidak makan fast food sama sekali.Kanker kolorektal merupakan kanker yang bisa dicegah dan diobati jika masih dalam stadium rendah.
3. IQ pada anak lebih rendah
Penelitian dari University of Adelaide menunjukkan bahwa pola makan yang sarat junk food di usia kecil, akan membuat IQ anak lebih rendah dua poin dari anak yang tak banyak makan junk food saat masih kecil. Walaupun perbedaan IQ-nya tak begitu kelihatan, studi ini membuktikan bahwa pola makan anak berusia 6 sampai 24 bulan memberikan efek yang kecil namun signifikan terhadap IQ saat usianya mencapai 8 tahun. Oleh karena itu penting bagi orang tua untuk mempertimbangkan dampak jangka panjang makanan yang diberikan pada anak.
2.6 Cara Menyiasati Dampak Negatif Junk Food
Perlu menyiasati pola makanan junk food dengan cara sebagai berikut :
1. Jangan terlalu seringmengkonsumsi junk food, maksimal 1 bulan sekali.
2. Apabila ingin menyantap junk food, sebaiknya ketahui dulu kandungan nutrisinya jika perlu cari tahu di situs produsen junk food.
3. Jangan hanya menyantap burger, kentang goreng, atau ayam goreng akan tetapi santap juga paket salad atau sup sayur yang disediakan di restoran junk food.
4. Hindari memesan minuman dengan kandungan gula tinggi seperti minuman berkarbonasi, cola ataupun rootbeer. Ganti minuman anda dengan air mineral atau jus buah.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Junk food merupakan istilah yang mendeskripsikan makanan yang tidak sehat atau memiliki sedikit kandungan nutrisi atau makanan yang mempunyai kalori tinggi tetapi nilai gizinya sedikit atau sama sekali tidak ada nilai gizinya.
Ada berbagai jenis junk food yang kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari mulai dari makanan gorengan,mi instan, makanan daging berlemak, dan lain sebagainya. Mengkonsumsi makanan cepat saji secaraberlebihan sangat beresiko bagi kesehatan. Terlebih makanan ini mengandung berbagai bahan kimia yang tidak baik bagi kesehatan. Bahan kimia ini antara lain pewarna makanan, pengawet, penyedap, pemanis, lemak, dan lain-lain.
Mengkonsumsi junk food meningkatkan resiko kematian. Untuk itu, hindarilah makanan ini dengan cara mengkonsumsi makanan yang alami dan melakukan kegiatan yang dapat memelihara kesehatan.
3.2 Saran
Berikut adalah cara terbaik bagi orang tua
untuk menjauhkan anaknya dari junk food,
1.
Mengajarkan tentang makanan sehat
Perkenalkan makanan sehat pada anak sejak dini seperti buah-buahan, susu, dan
sayuran. Cara ini cukup efektif untuk menangkal "godaan" junk food.
2.
Beritahu efek negatif dari junk food
Anak-anak perlu memahami efek dari junk
food pada tubuh. Tempelkan gambar grafik makanan di dapur atau di dekat
tempat tidur mereka.
3.
Junk food bukan hadiah
Sebagian orang tua menganggap junk food
sebagai hadiah terbaik untuk anak. Kebiasaan ini harus segera dihentikan
sebelum anak menderita obesitas. Anda bisa memberikan hal lain pada anak
seperti buku.
4.
Mencari restoran sehat
Jika orang tua ingin merayakan momen spesial dengan keluarga, hindari memilih
restoran cepat saji. Sebaiknya, mencari restoran sehat yang terjamin gizinya.
5.
Jangan merayakan ulanh tahun di resto cepat saji!
Inilah kebiasaan tidak sehat yang sering dilakukan orang tua. Mereka membuat
perayaan ulang tahun anak secara besar-besaran di restoran cepat saji. Itu sama
saja menjerumuskan anak pada gaya hidup tidak sehat.
6.
Berolahraga secara rutin
Buatlah anak jadi aktif dalam sesi olahraga rutin atau latihan fisik lainnya.
Sesuatu yang sudah dibiasakan dari kecil, akan berpengaruh hingga dewasa.
7.
Contohkan!
Orang tua adalah model terbaik untuk anak. Mereka meniru dan menduplikasi apa
yang dilakukan orang tua. Jadi, berikan contoh yang baik pada anak, terutama
kebiasaan makan sehat. Tidak ada kata terlambat. Lingkungan sehat tidak
tercipta dengan sendirinya. Jadi, inilah saat paling tepat untuk mengenalkan
kebiasaan makan sehat pada anak.
DAFTAR PUSTAKA
Basri, Seta.2012.Sistem Sosial Budaya Indonesia.dalam DheTemplate.com
Gunawan,Andang.2012.Food Combining Combinasi Makanan Serasi.Jakarta:Gramedia
http://www.WordPress.com
http://icantulang.blogspot.com/2010/03/10-golongan-makanan-sampah-junk-food.html
http://www.kompasiana.com
http://id.wikipedia.org/wiki/Junk_food
http://female.kompas.com/read/2012/04/30/16115969/7.Tanda.Anda.Kebanyakan.Junk.Food.
http://health.okezone.com/read/2012/03/18/486/595275/10-makanan-junk-food-menurut-who-i
http://mietha.wordpress.com/2008/04/19/tips-aman-mengkonsumsi-junk-food/
http://umum.kompasiana.com/2009/01/01/tanya-jawab-dr-sonia-wibisono-junk-food/
http://www.publiceye-magz.com
http://mommiesdaily.com
http://blog.indojunkers.com
www.google.com
Langganan:
Komentar (Atom)
